Pages

Tuesday, June 7, 2011

Me Likey!!


Anda punya mimpi?

Liat mobil saya didepan? itu hasil MLM lho!

Eh, aku kangen banget sama kamu. Lama ya ga ketemu dari SMA. Kamu sekarang kegiatan-nya ngapain? ketemuan yuk! *saat pertemuan* Hai ciiinn, pa kabar. Makin cantik aja, sinniii deh duduk. Eh eh, kamu punya mimpi gak? mayan lho buat nambah2 *atau bahasa lainnya yang artinya* SELAMAT DATANG DI MLM :D

Lumayan sering denger ga sih sama pick up line diatas? Saya duluu banget jaman-jamannya lulus sma sering banget ditelp-nin temen yang ngakunya kangeenn terus ngajak reuni, buntut2nya nawarin jadi downline.

Disini banyak banget sebagian orang jadi semacam anti dengan MLM dengan alasan mengganggu. Kalau saya pribadi, sejak dulu ga pernah ada masalah seputaran dengan MLM. Masalah temen presentasi sih tinggal bilang "belum tertarik bro, ga bakat!".

Sebelum kalian malas baca tulisan saya, atau mengira saya mau "prospek" kalian, TUNGGUUUUUUU!! jangan di close dulu :D saya ini cuma mau sharring aja. Sampe sekarang saya juga ga ikut-ikutan tuh MLM. Hehehe..

Ini soal sesuatu yang tidak sengaja,

Berawal dari teman kantor yang menjadi bagian dari member Oriflame dan meletakkan buku dagangannya diatas meja. Saya yang waktu itu meminjam komputer di cubical-nya lalu spontan membalik-balikkan majalah yang berisi prodak-prodak oriflame. Karena iseng, saya beli lah itu nail polish sama body butter dan ternyata, kok enak? Harganya juga ga mahal booww ( body butternya 50 ribu ajyaahh ukuran besar ) sejak itu mulai sedikit banyak saya coba prodaknya yang lain-lain.

Yang ingin saya bahas disini adalah salah satu parfume-nya yang membuat saya jatuh cinta, THE BABES !!!

Gimana gak jatuh cinta cobaakk?
dari kemasannya lucu bangettt. Sebenernya saya naksir yang botol yang strawberry, dan sempet bingung cukup lama (baca : labil) untuk memilah yang mana yang harus dipilih sampai akhirnya yakin : KIWI !!!

Kenapa Kiwi? karena yang pertama, aromanya super segar. Apalagi saya termasuk perempuan dengan pekerjaan yang cukup aktif dan mobile. Jadi aromanya si kiwi ini kaya ngasih semangat gitu tiap pindah tempat. Dan yang saya cukup kaget adalah, aromanya tahan lamaaa ( atau memang saya tidak bau2 amat ) tapi yang pasti review untuk prodak yang satu ini ok sekali.


Kalo saya Kiwi bangett, kalian pilih yang manaaa? :D


****

Friday, June 3, 2011

Menunggu..




Aku punya cerita.
Kali ini tentang : Menunggu...

Kalian pernah tau rasanya terjaga hingga menjadi saksi, dari lahirnya matahari?
Bermata terbuka ditemani keringat yang tidak menetes itu cukup mengganggu, setidaknya hari ini.

Aku merasakan sunyi paling bising dengan pipi yang basah.
Menatap kotak berisi gambar bergerak, tidak dengan maksud atau seperti kehilangan alasan untuk tidak beranjak.
Tapi tidak satupun dari apa yang mereka bicarakan atau lakukan didalam televisi itu aku pahami, aku hanya ingin
memastikan, aku punya kegiatan.

Bermata kosong dengan harapan tidak kesepian.
Ternyata sepi itu terlalu gaduh, aku menunggu sesuatu yang belum juga tiba. Menjaga tempat yang dia tinggalkan, dengan harapan dia cepat pulang.

Ada suara detik, yang tidak pernah berhenti.
Aku telah mengumpulkankannya menjadi musim hujan yang belum juga datang.
Aku percaya, Tuhan telah mengutus salah satu utusan yang tidak pernah mampu manusia lawan, waktu.
Dan aku telah menjadi pecundang-NYA yang paling konyol, saat memposisikan diri sebagai penantang.

Inilah hasil dari kekalahan tertotol, emosi yang tidak lagi mampu aku kontrol.
Sekarang aku menunggu diam dibalik pintu.

Ramai belum juga mau datang, televisi ini juga masih menyala, suaranya numpang lewat diterima.
Tapi samar-samar aku mendengar kayu terketuk.

"Siapa?" tanyaku tanpa menoleh pada pintu dibelakang kepala.
"Aku mengantarkan surat" sahut suara didepan.

Aku buka pintu dan menabuhkan tanda tangan pada secarik kertas sebelum surat beramplop putih sampai pada ke-lima jemari. Pria bertopi dengan jaket biru tua itu sempat bilang "Maklum birokrasi. Bisa minta lagi parafnya disini? Hanya untuk tanda bukti suratnya sudah sampai". Aku tidak membalasnya dengan kata, hanya melakukan apa yang dia perintahkan.

Sekarang aku kembali duduk diposisi semula, dengan amplop yang aku buka dengan hati-hati.
Secarik kertas tanpa garis dihiasi beberapa kata.


"Jika aku belum juga pulang, mungkin waktunya kamu untuk berdiri, keluar dan mencari aku, atau mungkin kita tidak akan pernah lagi bertemu. Tertanda, Hati-mu"




Aku meraba lubang dibalik dadaku, kosong...


********