Pages

Sunday, April 19, 2015

The Real Gold and Chocolate

"Temanya chocolate atau gold ya. Cewe pake dress, cowo suit and tie"


Kira-kira itu yang membuat 3 hari sebelum hari H, saya dan satu orang teman yang juga diundang ke acara tersebut kocar kacir. Pasalnya, setelah melahirkan, baju-baju lama wujudnya ngga lagi sama dibadan dengan penampakan waktu gadis dulu. Alhasil, saya dan Renny, teman saya tersebut janjian akan cari baju special untuk datang ke acara tersebut *niat* 🙈

Sehari sebelum acara, kami datang ke Pondok Indah Mall dengan maksud mencari baju sesuai dengan tema acara yang akan kami hadiri besok. Layaknya dua perempuan ( yang sudah tidak terlalu ) muda, toko demi toko tidak luput dari kaki kami, dan tetap saja tidak satupun kantong belanjaan dijinjing.

Sementara itu, acara yang juga akan kami hadiri besok kebetulan adalah tempat kami berpijak sekarang :


Pondok Indah Mall 2.


Tampak persiapan sedang berlansung di atrium lantai dasar. Panggung, hiasan, hingga balon besar yang menjuntai dari langit lantai 3. Balon transparan besar tersebut merupakan salah satu yang menarik perhatian saya karena didalamnya, kita dapat melihat hiasan eskrim yang rasanya pengen saya gigit saat ini juga.

Yes, acara yang bikin saya dan beberapa teman kalang kabut "pake baju apa yaa" ini adalah ulang tahun ke-5 Magnum sekaligus launcing their newest packaging. Beberapa kali datang ke acaranya, tidak pernah ada yang failed. Makanan, tempat, hingga kostum tamu undangan semua sempurna. Yang membuat kami bingung kala itu

"Bener gak sih kita mesti pake dress......






..... di Mall? 😱

Karena setengah hati gak PD, akhirnya saya yang pulang dengan tangan hampa dari mall dan meminjam seluruh atribut mama.


Outer, kalung, legging.


Harinya tiba, beberapa teman yang saya tau akan hadir berada di salon kecantikan sejak siang. Ada juga yang menelphone hanya untuk ..


"Tasy, lo ke acara magnum? Make up dimana, mau sekalian dirumah gue aja gak? MUA (Make Up Artist)-nya gue panggil dirumah."




BEGIMANA MAKSUDNYAA?



Rasanya pengen terbang lagi ke mall siang itu juga buat pilih baju yang kemaren saya pikir

 "Kayanya kerapihan ah" 😭😭😭😭😭😭

Tapi namanya juga ibu-ibu, kita boleh berencana tapi anak bayi menentukan. Hari itu anak lagi ngajak main mulu, dan karena nanti malam mau ada acara, jadi rasanya dari pagi males misah.


Suami gak ambil pusing. Dia tinggal pake jeans, kemeja, jas, udah jadi dan gak mungkin saltum. Sayapun akhirnya udahlah PD aja mari kita kesana secepatnya. Tiba disana, seperti yang diduga, acara magnum memang tidak pernah luput dari kata Glamour. Selain itu, instalasi chocolate yang ada di acara tersebut mencuri perhatian dan INSTAGRAMABLE *penting*





Para tamu undangan terlihat siap sekali dengan kostum yang sudah mereka kenakan
. Wanita impian jutaan pria di Indonesia, Raisa tampil cantik malam itu. Dia juga menjadi salah satu pengisi acara. Begitu juga dengan Marissa nasution yang juga merupakan salah satu icon magnum. Malam itu semua tamu undangan tampil menawan. Khas event Magnum...

FASHION 😍

Dengan atau tanpa mengikuti dresscode yang ditentukan, para tamu undangan terlihat gagah dan cantik. Seperti melihat kotak pandora didalam mall. Laki-laki berjas dan para wanita melenggang dengan dress mereka yang sangat cantik. Hari itu Pondok Indah Mall seperti disihir oleh acara yang diselenggarakan Magnum. Diantara tamu undangan, favorit saya malam itu adalah tampilan dari 


Masayu Anastasia





Dari mulai pilihan make up, rambut, dress, clutch, hingga sepatu, untuk saya :  PERFECT.


Akhirnya, malam itu kami tutup dengan : Makan ice creamnyalahyaaaa. 

Dimana yang kalo kita gigit, ada sensasi bunyi coklat retaknya. Beuuuuuhhh~

Buat yang gak sempet dateng ke acara Magnum, tetep bisa ikutan keseruannya karena mereka lagi bagi-bagi hadiah buat para Plesure Seekers. Banyak banget hadiah kejutan disini -> http://bit.ly/1G73MNn

YUKKSS~

Wednesday, March 18, 2015

Patah Hati Sebelum Bertemu



Hadirmu memang belum kami rencanakan, tapi bukan berarti tidak kami inginkan.
Taukah kamu, bagaimana wajah ayah saat melihat garis dua pada alat tes itu?

Senyumnya bahkan lebih rekah dari saat aku jawab iya ketika dia memintaku menjadi istrinya. Aku bahkan langsung sibuk berimaji, nama untuk kau sandang nanti.

Setiap hari kami mengajakmu berdiskusi seolah kamu telah hadir nyata diantara kami. Menerka-nerka jenis kelamin hingga hobby.

Kamu juga harus tau, photo hasil USG-mu juga selalu kami pandangi, berjanji akan selalu kami simpan dan cermati, walau ternyata itu hanya berlangsung dua kali.

Pendarahan pertamaku, adalah saat dimana jantungku seperti berhenti. Tapi aku lebih takut jantungmu yang tidak berdetak lagi.
Ayahmu membawaku pada beberapa dokter, dan kami memutuskan bersama dia yang setuju kau dipertahankan.

Semenjak aku merebah dirumah sakit kala itu, setiap saat aku memohon padamu untuk jangan pergi. Karena aku telah jatuh cinta padamu setengah mati.

Dua hari berlalu, pendarahan tidak juga berhenti, hingga dihari ketiga, dokter mengajakku bicara, kalau sesungguhnya kamu sudah tidak ada.

Kalau kamu ingin tau perasaanku saat itu, jawabannya hanya satu, aku ingin ikut kamu. Sudah, hanya itu.
Tapi ayahmu menguatkan aku, begitu juga kedua omamu, dan seluruh kerabatmu.

Saat kau dikeluarkan dari tubuhku,
aku seperti gelap sebelum malam. Mendengar suara bayi dari tetangga kamar, seperti belati yang dihunus tiap penjuru.



Iya, aku patah hati sebelum bertemu.




Nak, jangan pernah beranggapan kau kami lupakan. Karena kamu selalu akan menjadi sulung bagi keluarga kami. Doa kami selalu untukmu, karena kami tau itu yang kau mau.

Dan bila jiwamu sudi, pulanglah ke rahim ibu, karena siapa tau, kali ini kau akan menjadi adik bagi adikmu.

******